SEJATIDIMEDIA Logo
Tersedia Sesi Konsultasi Gratis
SejatiDimedia Logo

Kenalan sama GPT, Gemini, Claude, sampai yang Gratis (Ollama)

Banyak orang ngira semua AI itu sama aja, tinggal pilih yang paling terkenal terus pakai. Padahal tiap provider AI punya karakter, kekuatan, dan harga yang beda beda, dan ada juga opsi jalanin AI sepenuhnya gratis di komputer sendiri. Artikel ini bahas gimana caranya berbagai provider AI itu sebenarnya bisa "disamain" cara manggilnya lewat satu standar yang sama, kenalan sama pemain pemain besar kayak OpenAI, Google, Anthropic, dan DeepSeek, sampai gimana caranya jalanin model AI lokal pakai Ollama tanpa keluar biaya API sepeser pun. Di akhir, ada panduan simpel buat nentuin provider mana yang paling masuk akal buat kebutuhan proyek kamu.

Timur Dian Radha Sejati

Timur Dian Radha Sejati

Founder SejatiDimedia•15 September 2026•5 menit baca
Silabus Seri Rekayasa

Cara Kerja AI di Balik Layar

Banyak dari kita pakai AI tiap hari, tapi jarang tahu apa yang sebenarnya terjadi begitu tombol submit ditekan. Seri tulisan ini mencoba membedah isi kepala mesin tersebut—tanpa istilah rumit yang bikin pusing. Kita bakal bahas pelan-pelan dari mana datanya berasal, logika di balik jawabannya, dan batasan nyata dari teknologi ini.

Lihat Silabus Lengkap
Kenalan sama GPT, Gemini, Claude, sampai yang Gratis (Ollama)

Godaan buat Langsung Pilih yang "Paling Terkenal"

Kalau baru mulai kenalan sama dunia AI, wajar banget kalau kepikiran, "yaudah pakai ChatGPT aja, kan paling terkenal". Nggak salah juga sih, cuma masalahnya, keputusan itu sering diambil tanpa mikirin dulu apa sebenarnya kebutuhan proyeknya. Padahal di balik nama "ChatGPT" itu ada banyak sekali pilihan model, dan di luar OpenAI juga ada provider provider lain yang masing masing punya kelebihan sendiri.

Kabar baiknya, kamu nggak perlu belajar cara integrasi yang beda beda buat tiap provider. Ini yang bakal kita bahas duluan.

Rahasia yang Bikin Hidup Developer Lebih Gampang: OpenAI Compatible Endpoints

Waktu OpenAI ngeluarin API mereka, mereka bikin format standar buat gimana cara ngirim pertanyaan dan nerima jawaban dari AI. Format ini disebut

PLAINTEXT Snippetplaintext
1
chat completions
1 baris•16 chars
UTF-8•Spaces: 4
, dan formatnya kira kira gini, kamu kirim daftar pesan (inget dari Part 1, ada peran system, user, assistant), terus dapet balasan dalam format tertentu.

Nah yang menarik, karena OpenAI ini yang paling duluan populer, banyak provider lain akhirnya ikutan bikin API mereka pakai format yang sama persis. Ini yang disebut OpenAI compatible endpoint. Praktisnya, ini artinya kode yang kamu tulis buat manggil OpenAI, bisa dipakai juga buat manggil Google Gemini, DeepSeek, bahkan model yang jalan di komputer kamu sendiri lewat Ollama, cukup dengan ganti dua hal doang, alamat servernya (

PLAINTEXT Snippetplaintext
1
base_url
1 baris•8 chars
UTF-8•Spaces: 4
) dan kunci aksesnya (
PLAINTEXT Snippetplaintext
1
api_key
1 baris•7 chars
UTF-8•Spaces: 4
).

Ini kayak nemuin remote universal yang bisa nyalain TV merk apa aja, padahal biasanya tiap merk TV punya remote sendiri sendiri. Buat developer atau agency, ini artinya kamu bisa gampang banget nyoba coba beberapa provider tanpa harus nulis ulang seluruh sistem, tinggal ganti konfigurasi doang.

Kenalan sama Pemain Pemain Besarnya

OpenAI, si yang paling dikenal orang awam. Ini provider di balik ChatGPT. Model modelnya kayak seri GPT punya reputasi kuat soal kemampuan umum, ngerti instruksi kompleks, dan ekosistem dukungan yang luas karena udah lama dipakai banyak developer. Kalau kamu butuh sesuatu yang "aman" dan udah terbukti dipakai banyak orang, ini biasanya pilihan pertama yang kepikiran.

Google Gemini, andalan buat yang udah pakai ekosistem Google. Gemini menarik terutama buat proyek yang emang udah nyangkut ke layanan Google lainnya, dan biasanya kompetitif dari sisi harga. Cara aksesnya juga gampang, cukup ganti

PLAINTEXT Snippetplaintext
1
base_url
1 baris•8 chars
UTF-8•Spaces: 4
ke alamat endpoint Google yang formatnya kompatibel sama standar OpenAI tadi, terus pakai kunci akses dari Google.

Anthropic Claude, yang sering diandalkan buat tugas yang butuh kehati hatian ekstra. Claude dikenal punya pendekatan yang cenderung lebih berhati hati dan terstruktur dalam ngasih jawaban, sering jadi pilihan buat kebutuhan yang berkaitan sama penulisan panjang, analisis dokumen, atau kasus yang butuh nuansa lebih halus dalam jawabannya.

DeepSeek, pendatang yang menarik perhatian karena harga dan performanya. DeepSeek jadi salah satu contoh provider yang nggak sepopuler nama besar tadi, tapi punya kualitas yang kompetitif dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Ini penting buat diketahui, soalnya nunjukkin kalau "yang paling terkenal" itu belum tentu "yang paling worth it" buat semua kasus.

Selain nama nama ini, ada juga layanan semacam OpenRouter, yang fungsinya kayak "toko serba ada", satu kunci akses aja, kamu bisa manggil puluhan model dari berbagai provider berbeda, tinggal pilih nama modelnya lewat satu API yang sama. Cocok banget buat yang lagi eksperimen nyari model mana yang paling pas buat kasus tertentu, tanpa harus daftar akun terpisah ke tiap provider.

Terus Gimana kalau Nggak Mau Bergantung Sama Layanan Cloud Sama Sekali?

Di sinilah Ollama masuk. Ollama itu alat yang bikin kamu bisa jalanin model AI sepenuhnya di komputer sendiri, tanpa internet, tanpa biaya per pemakaian, dan yang paling penting, tanpa data kamu pernah keluar dari perangkat sendiri.

Cara pakainya cukup sederhana. Kamu install Ollama, terus tinggal ketik perintah buat "menarik" model yang kamu mau, misalnya model dari Meta seperti Llama, atau model dari DeepSeek versi kecil yang emang dirancang buat jalan di komputer biasa, bukan server raksasa. Setelah modelnya kedownload, dia jalan lokal di komputer kamu, dan bisa diakses lewat alamat lokal di komputer sendiri, yang formatnya lagi lagi kompatibel sama standar OpenAI tadi. Jadi kode yang sama yang kamu pakai buat manggil ChatGPT, bisa dipakai juga buat manggil model lokal ini, tinggal ganti alamat server ke alamat lokal komputer kamu.

Kenapa ini penting buat dipikirin, terutama buat konteks bisnis atau agency:

Privasi data jadi kelas berbeda. Kalau kamu ngerjain proyek buat klien yang datanya sensitif, misalnya data kesehatan, data keuangan, atau dokumen internal perusahaan yang nggak boleh dikirim ke server pihak ketiga, jalanin model lokal lewat Ollama bisa jadi solusi, karena data itu nggak pernah ninggalin komputer atau server milik klien sendiri.

Biaya operasional bisa ditekan drastis. Nggak ada biaya per token kayak yang dibahas di Part 2, karena semuanya jalan lokal. Cocok buat prototype, eksperimen, atau fitur yang volumenya tinggi tapi budgetnya terbatas.

Tapi ada trade off yang harus jujur diakui. Model model yang cukup ringan buat jalan di komputer biasa, biasanya kemampuannya nggak sekuat model model raksasa yang jalan di server cloud milik provider besar. Jadi ini bukan solusi "gratis dan sama bagusnya", tapi lebih ke "gratis dengan kompromi tertentu di kemampuan".

Jadi, Gimana Cara Milih yang Tepat?

Nggak ada jawaban tunggal yang benar buat semua kasus, tapi ada beberapa pertanyaan yang bisa bantu kamu nentuin arah:

Seberapa sensitif datanya? Kalau datanya sangat sensitif dan klien keberatan data dikirim ke luar, pertimbangkan opsi lokal lewat Ollama, meskipun ada kompromi di kemampuan.

Seberapa besar volume pemakaiannya? Kalau proyeknya bakal dipakai ribuan orang tiap hari, biaya per token bisa numpuk cepat, jadi worth dipertimbangkan opsi yang lebih hemat macam DeepSeek, atau kombinasi, pakai model mahal cuma buat kasus yang benar benar butuh kemampuan tinggi, dan model murah buat kasus kasus umum.

Seberapa kompleks tugasnya? Kalau tugasnya butuh pemahaman konteks yang rumit, analisis panjang, atau nuansa halus, biasanya model model kelas atas dari provider besar masih lebih unggul dibanding model lokal yang ringan.

Apa proyeknya masih tahap eksperimen atau udah mau produksi? Buat tahap coba coba nyari arah, nggak masalah pakai model gratis atau lokal dulu buat hemat biaya eksperimen. Begitu udah jelas arahnya dan mau naik ke produksi, baru dipertimbangkan lagi provider mana yang paling seimbang antara biaya dan kualitas buat skala yang sebenarnya.

Karena format panggilannya kompatibel satu sama lain seperti dibahas di awal tadi, kabar baiknya kamu nggan terjebak sama satu pilihan selamanya. Beralih dari satu provider ke provider lain, atau bahkan dari model gratis lokal ke model berbayar pas udah butuh performa lebih tinggi, itu bisa dilakukan tanpa merombak total sistem yang udah dibangun.

Kenapa Ini Penting Buat Kamu yang Jalanin Agency atau Bisnis

Paham soal keberagaman provider ini bikin kamu bisa nawarin solusi yang lebih pas ke klien, bukan cuma solusi tunggal yang sama buat semua orang. Klien yang budgetnya ketat bisa ditawarin opsi yang lebih hemat, klien yang datanya sensitif bisa ditawarin opsi lokal, dan klien yang butuh kualitas maksimal bisa diarahkan ke model kelas atas, semua dari satu basis kode yang sama karena kompatibilitas format tadi.

Ini juga jadi nilai jual tersendiri, kamu bisa bilang ke klien bahwa solusi yang kamu bangun itu fleksibel, nggak terkunci ke satu provider doang, dan bisa disesuaikan seiring kebutuhan mereka berubah.

Yang Perlu Diingat

  • Banyak provider AI pakai format API yang kompatibel satu sama lain, disebut OpenAI compatible endpoint, jadi kode yang sama bisa dipakai ke berbagai provider cuma dengan ganti alamat server dan kunci akses
  • OpenAI (ChatGPT), Google Gemini, Anthropic Claude, dan DeepSeek adalah beberapa pemain besar dengan karakter dan harga yang berbeda beda
  • Ollama memungkinkan kamu jalanin model AI sepenuhnya lokal di komputer sendiri, gratis dan lebih privat, tapi dengan kompromi di kemampuan dibanding model kelas atas
  • Pemilihan provider sebaiknya mempertimbangkan sensitivitas data, volume pemakaian, kompleksitas tugas, dan tahap proyek (eksperimen atau produksi)
  • Karena formatnya kompatibel, berpindah antar provider bisa dilakukan tanpa merombak total sistem yang udah dibangun

Lanjut ke Part 4

Sekarang kita udah kenalan sama sifat AI yang pelupa (Part 1), cara dia baca teks lewat token (Part 2), dan pilihan pilihan provider yang bisa dipakai (Part 3). Saatnya mulai bikin sesuatu yang beneran kepake. Di Part 4, kita bakal gabungin AI sama teknik ambil konten dari halaman website, buat bikin tools yang bisa "membaca" dan meringkas isi sebuah website cuma dalam hitungan detik.


Bagian dari series "Cara Kerja AI di Balik Layar". Ditulis buat siapa pun yang mau paham AI tanpa harus jadi engineer dulu.

Timur Dian Radha Sejati

Timur Dian Radha Sejati

Penulis & Lead Engineer

Software engineer dan konsultan sistem di SejatiDimedia. Berfokus pada perancangan arsitektur berkinerja tinggi, refactoring backend skala enterprise, hingga pengembangan aplikasi mobile, web modern dan integrasi AI.

Punya Masalah Arsitektur atau Ingin Membangun Sistem yang Benar?

Kami siap membantu mengaudit kode, me-refactor arsitektur yang lemot, atau membangun aplikasi bisnis Anda dengan standar enterprise sejak awal.

EKSPLORASI LANJUTAN

Artikel Rekayasa Terkait

Lihat Semua
Dari Satu Perintah Jadi Banyak Langkah
AI
5 menit baca

Dari Satu Perintah Jadi Banyak Langkah

Ini part penutup dari series "Cara Kerja AI di Balik Layar". Setelah paham AI itu pelupa (Part 1), cara dia baca teks lewat token (Part 2), pilihan provider yang ada (Part 3), dan gimana gabungin AI sama web scraping (Part 4), sekarang saatnya narik semuanya jadi satu gambaran besar, gimana sebenarnya konsep "AI agent" yang lagi rame dibahas itu terbentuk. Artikel ini bahas bedanya AI yang cuma jawab satu pertanyaan sama AI yang bisa "bekerja" lewat banyak langkah, kenapa ini disebut titik awal dari agentic AI, dan gimana pemahaman ini bisa jadi modal buat kamu nawarin jasa yang levelnya lebih tinggi ke klien.

Baca Artikel
Bikin AI yang Bisa "Baca" Website dalam Hitungan Detik
AI
5 menit baca

Bikin AI yang Bisa "Baca" Website dalam Hitungan Detik

Sejauh ini kita udah bahas gimana AI itu pelupa (Part 1), gimana dia baca teks lewat token (Part 2), dan pilihan provider mana yang cocok buat kebutuhan kamu (Part 3). Sekarang saatnya gabungin semua pemahaman itu jadi sesuatu yang beneran bisa dipakai, tools yang bisa ambil isi sebuah halaman website dan langsung ngerangkumnya jadi ringkasan singkat dalam hitungan detik. Artikel ini bahas gimana proses "mengambil" isi website itu bekerja, kenapa nggak semua website segampang itu dibaca, dan gimana ngegabungin hasilnya sama AI biar jadi produk yang beneran berguna, plus contoh contoh use case yang bisa langsung kamu tawarin ke klien.

Baca Artikel
Gimana Sebenarnya AI "Membaca" Tulisan Kita
AI
11 menit baca

Gimana Sebenarnya AI "Membaca" Tulisan Kita

Kita sering mikir AI baca tulisan kita kayak manusia baca, kata per kata. Padahal nggak gitu. AI sebenarnya mecah tulisan jadi potongan potongan kecil yang disebut token, dan potongan ini nggak selalu sama sama satu kata utuh. Artikel ini bahas apa itu token, gimana proses pemecahannya bekerja, kenapa bahasa Indonesia bisa lebih "mahal" diproses dibanding bahasa Inggris, kenapa satuan token ini yang jadi dasar hitungan biaya API, sampai strategi praktis buat ngatur biaya dan batasan token pas kamu bikin fitur AI buat produk atau klien kamu.

Baca Artikel